Ilmu dan Akhlaq pemiliknya

Book Of Days 0 Comment

Dear My Blog.. akhirnya aq temukan kembali artikel menarik, dr Syaikh Bin Baz  rahimahullahu.

Tulisan ini membahas kembali ILMU ^^ ..

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ilmu ibarat sebuah permata yang sangat bernilai dan tak terkira harganya. Dengan ilmu, Adam ‘alaihissalam dimuliakan di atas seluruh makhluk, hingga para malaikat diperintah untuk sujud kepadanya. Yang menjadi pertanyaan di sini, ilmu apakah yang paling mulia yang seharusnya dicari oleh seorang pencari ilmu? Jawabannya adalah ilmu syar’i (ilmu agama). Ilmu inilah yang disebutkan kemuliaannya oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ilmu syar’i ini membahas tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, ilmu tentang hak-Nya atas hamba-hamba-Nya, dan tentang syariat-Nya terhadap para hamba. Sebagaimana ilmu ini berbicara tentang jalan yang bisa menyampaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang tujuan dan akhir yang akan dicapai seorang hamba nantinya di negeri akhirat.


Dengan demikian, ilmu syar’i inilah yang sepatutnya dicari dengan penuh semangat. Karena, dengannya seorang hamba bisa mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dengannya seorang hamba bisa beribadah. Si hamba dapat mengetahui apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan, apa yang diharamkan, apa yang diridhai, dan apa yang dimurkai-Nya. Dengan ilmu ini diketahui ke mana kehidupan ini akan berakhir; ada sebagian hamba yang akhirnya bersenang-senang di dalam surga dan sebagian besar lainnya sengsara dalam neraka.


Ilmu syar’i ini bertingkat-tingkat. Yang paling utama dan paling mulia adalah ilmu akidah yang pembahasannya berkaitan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya. Menyusul setelahnya, ilmu yang berkaitan dengan hak-Nya terhadap hamba-hamba-Nya, tentang hukum-hukum syariat-Nya dan ke mana akhir yang dituju oleh orang-orang yang beramal. Urutan selanjutnya adalah ilmu yang membantu dan mengantarkan pada ilmu syar’i, seperti ilmu tentang kaidah-kaidah bahasa Arab, istilah-istilah Islamiyah dalam ushul fiqih, dan mushthalahul hadits. Demikian pula perkara-perkara lain yang berkaitan dengan ilmu syar’i, yang membantu dan mendukung untuk memahaminya secara sempurna. Termasuk ilmu yang penting dipelajari adalah sirah nabawiyyah, sejarah Islam, biografi para perawi hadits, dan para ulama Islam.


Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan pemilik ilmu syar’i ini dan membesarkan keberadaan mereka. Dia Yang Maha Suci berfirman: “Allah telah mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang patut disembah kecuali hanya Dia, bersaksi pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu, dalam keadaan Allah menegakkan keadilan. Tidak ada sesembahan yang patut diibadahi melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Memiliki hikmah.” (Ali ‘Imran: 18).


Allah Subhanahu wa Ta’ala mengambil persaksian orang-orang yang berilmu syar’i beserta para malaikat-Nya tentang keesaan-Nya. Mereka mempersaksikan bahwa Dia adalah Rabb semesta alam. Dialah sesembahan yang haq, sementara peribadatan kepada selain-Nya adalah batil. Cukuplah ketetapan yang seperti ini sebagai pemuliaan terhadap orang-orang yang berilmu.

Orang-orang yang berilmu dibedakan dari selain mereka sebagaimana dinyatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar: 9)

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d: 19)


Jelas, tidaklah sama antara yang satu dengan yang lain. Orang yang mengetahui bahwa petunjuk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan itu benar adanya sebagai suatu jalan keselamatan, tidaklah sama dengan orang-orang yang buta dari jalan tersebut dan buta tentang ilmu syar’i.


Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menerangkan bahwa Dia mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Hal itu tidaklah mereka capai melainkan karena besarnya kebaikan dan kemanfaatan yang mereka berikan kepada manusia. Oleh karena itulah, ada seorang alim yang berkata, “Alangkah bagusnya apa yang mereka berikan kepada manusia, namun sebaliknya alangkah jeleknya perbuatan manusia kepada mereka.”


Mereka memberikan bimbingan kepada manusia menuju kebaikan, menunjukkan mereka kepada kebenaran dan menyampaikan mereka kepada petunjuk. Tokoh pemilik ilmu (ahlul ilmi) yang terdepan adalah para rasul. Mereka adalah pemberi petunjuk dan penyampai dakwah. Mereka merupakan orang yang paling tahu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan syariat-Nya. Kemudian, orang yang paling utama setelah para rasul adalah yang paling mengikuti jejak rasul dan paling tahu apa yang mereka bawa, paling sempurna ajakannya kepada manusia untuk menuju agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersabar dalam berdakwah dan memberi bimbingan.

 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

...(to be continued )

* Asy Syariah Online : Dinukil Ummu Ishaq Al-Atsariyyah dari kitab Al-‘Ilmu wa Akhlaqu Ahlihi, Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu

  ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 My note : "hmmm.. ternyata ana selama ini terbalik... ilmu syar’i pas2an ^^.. nyari nya dengan setengah2..  Al quran belum hapal semua.. Hadits cm 1-2 aja.. Yaa Allah.. Ampunilah hambamu ini..  "

(read more ...)

Ilmu adalah ibadah (part-1)

Book Of Days 0 Comment

Bismillah..

Dear my Blog, sdh lama ana tidak posting.. alhamdulillah hari ini ada sedikit materi yg bisa ana share yg bersumber dari kajian ta’lim dan kitab yang sdh ana baca.. yaitu tentang al ilmu..

Tidak diragukan lagi, bahwa ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan ibadah yang paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fi sabilillah. dalam surat At Taubah : 122, Allah berfirman : 

"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya"

Rasulullah juga bersabda :

"Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk menjadi baik, maka akan diberi kefahaman dalam perkara Agama" (Shahih, riwayat Al Bukhari (71) dan Muslim (1037) dari hadist Mu’awiyah.)

Apabila Allah menganugrahkan kepadamu kefahaman dalam masalah agama ini yang meliputi segenap ilmu syar’i baik ilmu tauhid, aqidah atau lainnya maka berbahagialah, karena berarti Allah menginginkan kebaikan bagimu.

Dalam kitab Syarh Tsalatsatil Ushul disebutkan wajib bagi setiap insan untuk mengetahui dan memahami empat perkara. salah satunya adalah AL ILMU yaitu : Mengenal Allah, Mengenal Nabi, dan Mengenal Islam dengan dalil-dalilnya.

Syaikh bin bazz menambahkan : Hendaknya wajib mengenal Allah, mengenal nabi, dan mengenal agama bukan dengan akal semata, bukan juga dengan perkataan si fulan, akan tetapi dengan dalil-dalil dari ayat-ayat Al Quran dan Hadits-Hadits Rasulullah.

Satu hal yg perlu diingat bagi penuntut ilmu dalam menuntut ilmu :

  1. Niat yang ikhlas hanya karena Allah Ta’ala semata. Apabila ilmu tidak didasari dengan keihlasan niat, dia bisa berubah dari ibadah yang paling mulia menjadi kemaksiatan yang paling hina. semisal : riya’, baik riya’ yang menjerumuskan pada kesyirikan ataupun riya yang menghilangkan keikhlasan, juga semisal sum’ah seperti kalau dia berkata : "saya mengetahui ini.. itu.. saya hafal..."
  2. Meneladani dan mengikuti Rasulullah.

Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan memudahkan jalan menuju surga bagi para pencari ilmu.. kebenaran datang dari Allah, dan jika ada kesalahan murni dr ana selaku manusia yang penuh dengan ke khilafan..

*> dear blog.. besok dilanjutin part 2 nya.. malam ini ana sdh ngantuk ^ ^ . Buat teman2 mohon koreksinya..

Ref : 

1.Syarh Hilyah Thaalibil ’Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

2. Syarhu Ats-Tsalaatsatil Ushul

(read more ...)

Advertisment msg strike private msg

Book Of Days 0 Comment

Dear Blog,

Hari ini aku cek CMQ.. terlihat indikasi pesan yg belum dibaca :2 buah.. senangnya! coz sudah lama ngga pernah ada yg kirim private msg padaku.. setelah aku buka.. ealahhhh... iklan.. hikKKzzzz..

kemudian aq buka blog buat baca2 latest blog.. wheeewWWWww.. koq dominasi iklan2 lagi sih? Hikzz..

Perasaan untuk pemasangan iklan itu udah ada tempatnya.. bukan di private message.. klo di Blog. boleh lah..

kubuka forum buat menghibur diri.. ternyata pembahasan masih banyak di JODOH.. heheh.. tak apa lah..

akhirnya skr aku tuliskan kegiatanku di Buku harian ini..

Salam..

(read more ...)

Menghisab Amal..

Book Of Days 2 Comment

Dear My Blog,


Tahukah engkau, bahwasanya di alam akhirat kelak, seluruh amal perbuatan kita akan diperhitungkan Allah, dalam suatu pengadilan yg paling ADIL.. tidak ada yg terlewat sedikitpun.. tidak ada kolusi dan nepotisme di dalamnya..Setiap kebaikan sekecil apapun akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukkan sekecil apapun akan dicatat dan diberi balasan berupa azab-Nya. (Q.S. Al-Zalzalah:7-8).

Ya, Allah.. hamba ini benar2 hamba yg tidak pandai menghisab diri di dunia. ingin rasanya diri ini menengok catatan yg ditulis oleh malaikat.. sebanyak apa dosa hari ini? lebih banyakkah dari Amal yg diperbuat.. apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin? apakah sama dengan kemarin? apakah hari ini lebih buruk amalannya ketimbang kemarin?

Ya Allah bimbinglah hamba agar bisa menjadi golongan orang2 yg beruntung.. amin.

(read more ...)

Perbedaan Persepsi

Album Kisah 0 Comment

Dear Blog,

Berikut sepenggal cerita dari sebuah milis.. moga2 berguna..

Perbedaan Persepsi

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.


Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung
bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.


Jawab anak yang bungsu :
"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang
berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".


Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :

"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang
yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut".

"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."


"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat
dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi
kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita...
pilihan ada di tangan anda. (Bukan
berarti kita diperintahkan bakhil untuk menghutangkan orang loo :)
)

'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'

 

(read more ...)